Ariyo Wahab Ngamen di London 13 Juli
VIVAlife - Lama tak terdengar kabar beritanya, penyanyi Ariyo Wahab membuat kejutan. Namanya di panggung hiburan Tanah Air, mungkin mulai redup. Namun, bukan berarti kariernya sebagai artis akan padam.
Ia justru makin eksis dengan grup band Free On Saturday (FOS) yang digarapnya bersama Coki Sitompul (gitaris), Bey Blue (keyboard), Rival Himran (bassis), Lieliek (gitaris), dan Robby Funkop (drummer).
Band yang terbentuk sejak 2006 itu bahkan telah menuai prestasi, menjadi juara ketiga dalam ajang Hard Rock Rising The Global Battle of the Bands. Ariyo dkk berhasil menyingkirkan lebih dari 12 ribu band pesaing dari seluruh dunia, dan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di event tahunan itu.
"Kami terkejut ketika tahu terpilih sebagai wakil Indonesia dan jadi tiga terbaik pilihan juri-juri internasional. Ini menunjukkan bahwa musik kami berkualitas," ungkap Ariyo dalam jumpa pers di Hard Rock Cafe Jakarta, Kamis 28 Juni 2012.
FOS masuk 10 terbaik lewat voting terbuka di fan page Hard Rock Rising. Setelah itu, masih harus melalui proses penjurian oleh Steven Van Zandt, John Gourley, Scott Hutchinson, Fyfe Dangerfield, Toby Leighton-Pope, dan John Galloway. Akhirnya, FOS pun keluar sebagai juara ketiga.
Itu sekaligus mengartikan, band yang mengusung Ariyo sebagai vokalis itu akan tampil untuk Hard Rock Calling 2012 di Hyde Park, London, 13 Juli mendatang. Di panggung itu, Ariyo akan bertemu artis-artis legendaris seperti Paul Simon, Sound Garden, John Foggerty, dan lain-lain.
"Kami akan tampil selama sekitar 20 menit dan membawakan 5 lagu. Empat lagu yang sudah lama, Mamaku Bilang, What's Going On, Abnormal, dan Tonight. Serta satu lagu baru, Gimmie Me Some Good," tutur Ariyo menerangkan.
Ia akan berada di London selama tiga hari, sesuai agenda Hard Rock Calling 2012, yakni 13-15 Juli 2012. FOS sendiri tampil di hari pertama. (umi)
Ariyo Wahab Ngamen di London 13 Juli Gallery
Indra Bekti Keranjingan Belanja Online
VIVAlife - Presenter Indra Bekti mengaku dirinya adalah seorang shophaholic atau penggila belanja. Namun, kebiasaannya berbelanja mulai ditekan semenjak memiliki momongan.
Diakui pula oleh Bekti, kehadiran kartu kredit sempat semakin membuatnya menggilai kegiatan berbelanja. Ia bahkan semakin ketagihan menggunakan benda kecil itu.
"Dulu shopaholic banget, kartu kredit limit banget, 4 kartu kredit mepet banget. Pernah empat-empatnya enggak bisa, aku pernah malu gara-gara itu, " ujar Indra Bekti, Kamis 28 Juni 2012.
Beruntung, kehadiran si kecil, bayi pertamanya, membuatnya mampu menekan hasrat berbelanja. "Setelah punya anak, egonya untuk anak saja. Istri memberi semangat untuk menghemat," tambahnya.
Sekarang Bekti lebih tertarik belanja lewat online. Tapi, ada pula kekurangan sistem belanja lewat internet ini, kata Bekti. Sebab, ia pernah memiliki pengalaman buruk. Meski sempat takut menggunakan jasa online, Bekti akhirnya memakai situs yang sudah ia percaya dan profesional.
"Sempat beli online tapi takut tertipu. Tapi yang ini profesional, barang ada langsung bayar. Tempat pembayaran dan pengiriman langsung ada," ujarnya.
Belanja online, ia menambahkan cukup efektif karena banyak pilihan barang-barang dengan harga yang cukup kompetitif. "Ini positif, orang yang belum bisa jalan ke luar, banyak di rumah, belanja online itu pilihan terbaik, enggak harus jalan kecapekkan, banyak waktu di rumah," tandasnya.